Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Saturday, 20 October 2018

SI GULA MERAH DARI GUNUNG MERAPI bagian 2




Penghasil gula merah di Padang Laweh hanya disatu tempat saja. Tempat ini berada dilerang gunung merapi. Perekomonian masyarakat disini tidak hanya berasal dari gula merah saja, tetapi juga berasal dari kebun, menjahit dan berdagang. Untuk ke tempat penghasil gula merah ini tidak terlalu jauh dari kota Bukittinggi. Butuh waktu kurang lebih 30 menit. Dari nagari Padang Laweh ke tempat ini butuh waktu kurang lebih 10 menit. Keadaan ini dikarenakan jalan yang akan ditepuh mendaki dan bertikungan. Keadaan jalan cukup mulus karena dibenton. Bagi pencinta wisata alam tidak ada salahnya datang ke tempat ini. Karena terletak di lereng gunung merapi, kita akan dapat melihat kota Bukittinggi secara keseluruhan. Selain itu, udara sejuk gunung merapi akan membuat pengunjung betah disini. 

Sedikit berbeda dari daerah lainnya adalah di sepanjang jalan kita akan diapit oleh tanaman tebu yang merupakan bahan dasar dari gula merah. Di dalam ladang tebu tersebut dengan mudah kita dapat menemukan pondok-pondok untuk membuat gula merah. Proses pembuatan gula merah  cukup unik, yaitu dengan menggunkan kerbau. Tapi sekarang akan sulit menemukannya karena masyarakat mulai mengganti kerbau dengan mesin bajak. Hal ini dikarenakan sudah banyak para pembuat gula merah terinjak atau ditanduk oleh kerbau. Selain itu, dengan menggunkan mesin bajak mengiling tebu lebih cepat. Dan biaya perawatan kerbau dan bajak sama saja. 

Kerbau atau mesin bajak digunakan untuk mengiling tebu yang telah dipotong-potong untuk diambil sarinya. Kegiatan ini dinamakan “Mengilang”. Kerbau atau mesin bajak berfungsi untuk menarik alat gilingan yang terbuat dari besi. Sementara tebu dimasukan dalam gilingan, disinilah sering terjadi kecelakan dengan kerbau. Jika kerbau memilik mud yang tidak baik kemungkinan diinjak atau ditanduk kerbau akan semakin besar. Sejak penggunaan mesin bajak untuk menggantikan kerbau kecelakaan karena diinjak atau ditanduk kerbau sudah jarang terjadi.


Setelah tebu di giling dan diambil sarinya kemudian sari tebu disaring dan dimasukan ke dalam wadah penampungannya. Apabila kita masuk ke dalam pondok kilang, kita akan melihat tungku besar untuk memasak sari tebu tersebut. Biasanya tungku besar ini ada dua dan di atas tungku besar ada sebuah kuali atau wajan besar untuk mengentalkan sari tebu. Sari tebu dimasak dengan api yang besar. Uniknya ampas temu yang sudah digiling dibiarkan hingga mengering untuk bahan bakarnya. Jadi tidak banyak sampah akibat proses pembuatan gula merah. 

Sari tebu tidak langsung di masak seluruhnya. Sekali masak sebanyak 3-4 ember kecil. Hal ini karena jika dimasak semuanya akan menyulitkan dalam mencetak gula merah. Sari tebu yang sudah mengental akan cepat mengeras. Oleh karena itu, sari tebu dimasak sedikit demi sedikit. Selain itu, jika dimasak seluruhnya akan menyulitkan dalam mengaduknya. Proses ini juga butuh kesabaran kerena si pembuat gula merah harus bertahan panas api untuk memasak sari tebu.




1


Wednesday, 17 October 2018

SI GULA MERAH DARI GUNUNG MERAPI bagian 1



Nagari Padang Laweh terletak di lerang kaki gunung merapi, Agam Sumatera Barat. Nagari atau setinggat dengan desa ini memiliki jumlah penduduk yang banyak. Letaknya yang tidak jauh dari kota Bukittinggi, keadaan ini membuat perekonomiaan masyarakat setempat terbilang cukup baik. Apalagi ditengah-tengahnya terletak jalan artenatif Padang-Payahkumbuh bahkan Padang-Pekanbaru. Terletak di lereng bukit merapi menjadikan tanah di sekitar subur. Hasil kebun masyarakat disini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak hanya untuk kawasan Sumatera Barat saja, tetapi juga untuk Medan, Pakanbaru dan provinsi lainya. Bisa dikatakan daerah ini merupakan salah satu pemasok kebutuhan sayur dan bahan makanan lainnya di Sumatera Barat.  

Mata pencarian masyarakat setempat tidak hanya dari hasil perkebunan tersebut. Selain bercocok taman, masyarakat  Nagari Padang Laweh juga mendapatkan penghasil dari konveksi pakaian. Letaknya yang tidak jauh dari Pasar Aur Kuning Bukitting menjadikan memjahit baju sebagai penghasilan lain dari bercocok tanam. Hasil karya masyarakat disini tidak hanya sebatas baju dan jilbab saja, ada juga tas dan barang kerajinan lainnya. Salah satu hasil kerajinan dari menjahit yang terkenal bahkan sampai keluar negeri yaitu Mukenah Karancang yang hargannya sampai jutaan rupian. Pembuatan mukenah ini menyebar di sekitar Bukittinggi dan Agam, tidak terkecuali Nagari Padang Laweh. 

Kota Bukittinggi merupakan salah satu sentral industri dan pusat perekonomian di Sumatera Barat. Tidak hanya terkenal dengan makanannya, di kota ini merupakan pemasok bahan-bahan kebutuhan dari segala hal, mulai dari bahan makanan, pakaian, wisata dan lain sebagainya. Keadaan ini berimbas ke daerah sekitarnya yaitu kabupaten Agam. Beberapa kecamatan yang berbatasan langsung dengan kota Bukittinggi berdampak langsung pada mata pencarian dan perekonomian masyarakatnya. Tidak hanya Nagari Padang Laweh, nagari lainnya seperti Canduang, Kamang, Kubang Putih dan lainnya ikut menyumbangkan hasil daerahnya. Walaupun begitu beberapa Nagari tertentu memiliki hasil khasnya tersendiri yang membuat nagari tersebut menjadi lebih dikenal. Salah satunya adalah Padang Laweh yang terkenal dengan penghasil Gula Merah se Sumatera Barat.



2

Saturday, 5 August 2017

Pacu Itiak "Lomba Unik dari Payahkumbuh"






Mau melihat itik/bebek terbang? Disumatera Barat ada yang namanya pacu itiak (balapan Bebek). Belum diketahui secara pasti sejak kapan kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat. Namun sekarang ini, pacu itiak sudah menjadi tradisi, bahkan pemerintah Payahkumbuh dan Lima Puluh Kota sudah menjadikan pacu itik sebagai salah satu objek wisata.

Berdasarkan cerita dari masyarakat setempat, pacu itiak lahir di Payahkumbuh. Saat itu, ada seorang petani di Aur Kuning menghalau itik yang memakan tanamannya. Itik yang dihalau tersebut terbang ketempat lain. Melihat itik yang dihalau tersebut terbang menjadi tontonan yang menarik bagi petani tersebut. Keadaan itulah yang menimbulkan gagasan dari salah seorang petani untuk mengadakan lomba pacu itiak.

Tidak semua itik dapat dijadikan peserta lomba. Itik yang dapat mengikuti lomba adalah itik-itik yang telah dilatih untuk terbang. Salah satu syaratnya adalah itik mampu terbang sekitar 2 KM. Umur itik pun sudah ditentukan yaitu 4-6 bulan. Perawatan itik juga tidak pada umumnya. Itik-itik yang akan diikuti lomba diberi makan padi dan telur. Sedangkan latihan terbang dilakukan setiap hari sebulan lomba diadakan. Itik yang ikut lomba biasanya memiliki harga yang lebih mahal, apalagi itik yang memenangkan lomba.

Lomba pacu itik memiliki 3 katagori. Katagori pertama dengan jarak tempuh 800 meter. Katagori kedua dengan jarak tempuh 1600 meter dan katagori ketiga berjarak 2000 meter. Itik di pegang oleh pemiliknya di garis stars. Setelah mendengan aba-aba, kemudia itik dilempar ke udara oleh memiliknya. Itiak yang pertama tiba di garis finis yang akan menjadi juarany.

 

Monday, 17 July 2017

Badia-Badia "Permainan Tadisional Anak Nagari yang Terus Dimanainkan Sampai Sekarang"


Di era digital sekarang ini, permainan umunya juga menggunakan teknologi canggih. Anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain permainan yang moderen seperti yang ada di smartphone. Bahkan ada beberapa anak yang tidak lepas bermain dengan teknologi ini. Bahkan keadaan ini menjadi permasalahan yang sulit untuk dihindari oleh para orang tua.

Jika kita menoleh ke masa lalu, ada banyak permainan yang dapat kita kenalkan dan berikan untuk anak-anak. Salah satu permainan tradisonal yang masih banyak kita jumpai saat ini adalah "Badia-Badia". Sampai saat ini permaian ini masih diminati dan disukai oleh anak-anak, tidak hanya anak-anak desa tetapi permainan ini juga masih dimainkan oleh anak-anak di perkotaan.

Permainan ini dapat kita temukan hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Di Sematera Barat sendiri permainan ini memiliki banyak nama diantaranya badia-badia dan mariam tomong. Badia-badia atau mariam tomong biasa di mainkan di bulan Rmadhan dan menyambut hari raya Idul Fitri. Di waktu, tidak hanya anak kecil yang memainkannya tetapi juga orang dewasa. Untuk membuat badia-badia tidak sulit. Cukup menyediakan sepotong bambu ukuran sedang sepanjang 1 meter. Kemudian diberi lobang dengan ukuran 2x2cm dibagian bawah. Masukan kain perca atau kain yang tidak berguna lalu disiram dengan minyak tanah dan kemudian dibakar. Bunyi yang dihasilkan sangat keras. 

Di Sumatera Barat tepatnya di Nagari Ganggo Hilir, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman Barat, Badia-Badia mendapatkan piagam pernghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia tahun 2017. Rekor ini mengahalakan rekor sebelumnya yang ditorehkan oleh kota Pontianak dengan mariam bambu sebanyak 150 batang. Sedangkan di Nagari Ganggo Hilir, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman Barat dari anak-anak sampai orang dewasa memainkan badia-badia sebanyak 1.821 batang. Dengan begitu kita harus bangga menjadi anak Minang yang dapat melestarikan sekaligus mengenalkan permainan tradisional ini kekhalayak banyak.


Thursday, 15 June 2017

Perjalanan Hidup Buya Hamka



Siapa yang tidak kenal dengan Buya Hamka. Seorang tokoh dan pahlawan Nasional yang telah banyak memberikan pangaruhnya terhadap perjuangan Indonesia. Lahir di Nagari Sungai Batang,Tanjung Raya,Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 17 Februarin 1908 dengan nama Abdul Malik Karim Amrullah yang disapa dengan Malik. Ayahnya bernama Abdul Karim Amrullah yang merupakan seorang ulama yang cukup terkanal dikampunya dan ibu bernama Safiyah yang merupakan istri keduanya.

Kehidupan Malik kecel tidak semulus yang kita bayangkan. Pada usia 12 tahun Malik kecil menyaksikan perceraian kedua orang tuanya. Perceraian ini karena ayahnya merupakan seorang penganut agama yang taat. Sedengakan dipihak keluarga ibunya masih menjalan praktek-praktek adat dan budaya yang kental. Perceraian kedua orang tuanya membuay Malik sempat bolos sekolah. Mengetahui anaknya marah, ayahnyapun memarahinya dan akhirnya kembali masuk sekolah. Mengetahui salah seorang gurunya memiliki tempat penyewaan buku, Malik sering kaempat tersebut dan menghabiskan harinya dengan membaca buku. Ada yang unik dari Malik kecil, setelah membaca habis sebuah buku, ia kembali menuliskannya buku tersebut dalah versi dia sendiri. Hari-harinya pun habis dengan belajar di sekolah, membaca buku dan beajar agam.

Tinggal bersama ayahnya dan jauh dari ibu kandungnya membuat ia rindu akan ibunya. Dengan alasan itulah ia nekat untuk melakukan perjalanan jauh seorang diri ke Maninjau untuk menemui ibunya. Ibunya ternyata sudah menikah lagi. Setelah beberapa hari berlalu, Malik merasa ibunya tidak acuh lagi kepada dirinya. Sementara itu hubungannya dengan ibu tirinya tidak terlalu bagus. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari pergaulan dan belajar randai dan silat untuk mengobati hatinya. Tetapi itu tidak berjalan lama, kemudia ia memutuskan untuk ke Bukittinggi dan Payahkumbuh. Hampir satu tahun ia berkelana untuk mengobati kegundahannya. Melihat ketidakjelasan hidup sang anak, akhirnya sang ayah mengantar Malik yang berusia 14 tahun untuk belajar agama dengan ulama Syekh Ibrahim Musa di Parabek. Disinilah kehidupan mendirinya dimulai.

Di usia 15 tahun Mali berniat untuk pergi ke pulau jawa. Malik termasuk ke  dalam anak yang suka melakukan perjalanan seorang diri ke tempat-tempat yang jauh. Hal ini dikarenakan perceraian kedua orang tuanya. Karena ini juga ayahnya memberi julukan "Si Bujang Jauh". Kepergiannnya ini tanpa sepengetahuan ayahnya. Ia hanya berpamitan kepada keluarga ibunya di Maninjau. Masalah tidak hanya sampai disitu, masih di Bengkulu ia mendapat cacar. Walaupun masih dalam keadaan sakit ia nekat untuk melanjutkan perjalanan dan sampai ke Nepal. Di Nepal ia bertemu dengan kerabatnya, kurang lebih 2 bulan ia meringkuk kesakitan. Setelah keadaannya sedikit membaik,kerabat tersebut memulangkannya ke Indonesia tepatnya Maninjau. Namau keadaan tidak banyak berubah, malah ia semakin banyak mendapat cemooh karena bekar cacar di tubuhny terlihat jelas.

Tahun 1924 ia kembali melakukan perjalanan ke Jawa dan ketika di Yogyakarta ia bertemu dengan pamannya, Jafar Amrullah. Disinilah ia belajar ilmu tafsir Al-Quran dan mengenal Serikat Islam. Selain itu juga ia belajar ilmu politik dan gerakan-gerakan sosial lainnya. Ia sempat berguru kepada HOS Tjokrominoto dan Suryopranoto. Enam bulan kemudia ia melanjutkan perjalannya ke Pekalongan. Disini ia bertemu dengan ayahnya yang hendak pergi ke Mesir. Bermodal ilmu pengetahuan yang dimilikinya, Malik cukup diperhatikan oleh Muhammadiyah di Yogyakarta. Kegemarannya menulis tetap ia teruskan dan sempat menerbikat beberapa buah buku. Disinilah ia menemukan ketenangan dan jadi dirinya.


Bersambung
 

Tuesday, 30 May 2017

Mesjid Bersejarah "Mesjid Raya Ganting"


Kota Padang memiliki banyak bangunan bersejarah. Sebagai salah satu daerah yang memiliki muslim terbanyak di Indonesia, Padang Sumatera Barat memiliki bangunan sejarah yang bercorak islam. Salah satu bangunan bukti sejarah islam di Sumatera Barat adalah Mesjid Raya Ganting. Mesjid yang hingga saat ini masif berfungsi menjadi salah satu simbol kejayaan islam di Sumatera Barat khususnya Kota Padang.

Berdiri tahun pada tahun 1805, mesjid ini menyimpan tidak hanya sejarah islam di kota Padang tapi juga sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pada abat ke-19 presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah mengunsi ke mesjid ini. Pembangunan mesjid ini diprakasai oleh Anggku Gapuak, Angku Syekh Haji Uma dan Angku Syekh Kapalo Koto. Ketiga orang ini merupakan orang yang cukup berpengaruh di masanya. Sedangkan biaya pembangunan mesjid ini diperoleh dari para saudagar dan ulama setempat.

Tidak hanya sebagai bukti sejarah islam dan perjungan di kota Padang, Mesjid Raya Ganting juga menjadi bukti sejarah bencana alam yang pernah menimpa kota Padang. Setidaknya ada tiga bencana gempa besar dan stunami yang pernah terjadi yaitu gempa dan sunami tahun 1833 dan gempa tahun 2005 dan 2009. Di tiga bencana tersebut mesjid ini masih tetap kokoh berdiri hingga sekarang.

Fungsi mesjid tidak hanya sebagai aktivitas ibadah umat islam saja. Selain itu, mesjid ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama islam. Kegiatan wirid juga rutin diadakan. Beberapa pertemuan penting juga pernah dilakaukan di mesjid ini. Salah satunya adalah Pertemuan Para Ulama tahun 1918 untuk membahas langkah-langkah pemurnian kajian islam. Ada juga kegiatan Jambore Nasional pertaman gerakan kepanduan Muhammaddiyah Hizbul Wathan tahun 1932. Sedangkan pada masa penjajahan Jepang, mesjid ini pernah menjadi markas besar wilayah Sumatera Barat dan Tengah dan tempat pembinaan prajurit Gyugun dan Heiho.
Setelah kemerdekaan, mesjid ini mendapat kehormatan sebagai bukti sejarah. Banyak tokoh-tokoh baik dari Indonesia maupun luarngeri yang mendatangi mesjid ini. Hingga saat ini mesjid Raya Ganting masih berfungsi dengan baik.


Artikel lainnya

  1.  Pacu Kudo
  2. Pahlawan-Pahlawan yang Berasal dari Sumatera Barat 
  3. Pahlawan Wanita dari Sumatera Barat 
  4. Bangunan Bersejarah Di Sawahlunto 
  5. Asal Usul Randai 
  6. Sejarah Berdirinya Mesjid Raya Ganting 
  7. Sejarah Berdirinya Mesjid Raya Ganting 
  8. Harta Pusaka Di Minangkabau dan Pendapat Ulama 
  9. Runtuhnya Kerajaan Pagaruyung 
  10. Foto-Foto Bangunan Bersejarah Di Kota Padang


Tuesday, 16 May 2017

Pesona Kincir Kembar Tiga "Untuk irigasi menjadi wisata"


Melangkahkan kaki ke jorong atau desa Padang Datar di Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan kebupaten Tanah datar anda akan menemukan sesuatu yang menabjukan. Berada di sungai Batang Ombilin ada tiga buah kincir air raksasa yang berdiri dengan kokohnya. Kincir air raksasa ini dibangun mulai tahun 2015 untuk mengatasi masalah air bersih di jorong Padang Datar. Butuh waktu kurang lebih 6 bulan untuk menyelesaikan kincir air raksasa ini.

Kincir ini merupakan gagasan dari seorang warga desa yang biasanya dipanggil pak Anwar. Melihat kondisi kampung halamannya yang kesulitan untuk mendapat air bersih maka ia berusaha untuk menemukan solusinya. Berbekal pengalamannya yang pernah belajar ke luar negeri, ia menjadi pelopor untuk membangun kincir raksasa ini.Kondisi geografis nagari yang berada di atas perbukitan, maka kincir air dibuat tinggi sehingga dapat mengalirkan air dari sungai ke atas perbukitan.

Kincir air ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi untuk mendapatkan air bersih. Kincir air juga berfungsi untuk menjadi irigasi sawah dan ladang. Kegiatan bertani dan berladang yang biasa dilakukan masyarakat sangat terbantu karena adanya kincir air ini. Mereka tidak perlu lagi harus bersusah payah untuk mengairi sawah dan ladang mereka. Kincir air ini tidak hanya mengatasi kesulitan air bagi jorong Padang Datar tapi juga jorong-jorong lainnya yang ada di kecamatan Rambatan.

Kincir air ini terbuat dari bambu. Agar berdiri kokoh dan kuat tongga utama kincir sengaja dibuat dengan beton cor. Air yang masuk kedalam bambu lalu dialirkan ke dalam bak pemampungan. Dari bak pemampungan inilah ada pipa-pipa kecil untuk mengalirkan air ke jorong. Pembuatannya dilakukan oleh masyarakat setempat secara bersama-sama dan sebagian biaya pembangunan berasal dari masyarakat jorong yang ada di perantauan.

Sekarang ini kincir air raksasa ini tidak hanya berfungsi sebagai irigari air. Banyaknya foto-foto kincir ini yang diposting di media sosial, para pengunjung sering datang ke tempat ini. Mereka berfoto-foto dengan latar kincir air ini. Selain itu, air Batang Ombilin yang jernih di tembah lagi suasana alam yang mempesona menjadikan kicir kembar tiga ini menjadi salah satu objek wisata di Tanah Datar.


Saturday, 6 May 2017

Daerah Darek dan Daerah Rantau di Minangkabau





Orang Minang mengenal istilah "darek". Banyak orang bahkan orang minang sendiri tidak tahu apa itu darek. Darek merupakan suatu daerah atau wilayah di Minangkabau. Daerah ini merupakan daerah inti pada masa kejayaan Pagaruyung. Darek terdiri dari "3 luhak" yang lebih dikenal dengan "Luhak Nan Tigo". Adapun daerahnya adalah Luhak Nan Datar (sekarang lebih dikenal dengan Luhak Tanah Datar), Luhak Agam dan Luhak Limopuluah.

Ada yang unik dari ketiga luhak ini. Disetiap luhak di pimpin oleh seorang penghulu yang mengepalai masing-masing suku yang berada dalam luhak tersebut. Jadi akan ada beberapa pemimpin (penghulu) dalam satu luhak. Ketiga luhak ini pemerintahannya akan berpusat di Pagaruyung. Jika ada permasalahan maka raja Pagaruyung akan bertindak sebagai penengah. Sementara itu, pemimpin atau penghulu akan di pilih oleh suku masing-masing.

Selain daerah daerek juga ada istilah "daerah rantau". Jika kamu berpikir daearah rantau minangkabau adalah jawa atau pulau lainnya, anda salah besar. Dulu daerah rantau adalah daerah yang pesisir bagian barat. Selain bagian barat juga berada di daerah Jambi, Riau dan sekitarnya. Fungsi daerah rantau sendiri pada masa Pagaruyuang adalah untuk mencari kehidupan seperti berniaga. Daerah rantau di Minangkabau terkenal dengan Rantau Nan Duo. Rantau nan duo yaitu daerah rantau hilia yang merupakan kawasan pesisir timur seperti Pariaman dan sekitarnya termasuk sebagian kota Padang dan rantau di mudiak meliputi kawasan pesisir barat seperti pesisir selatan dan sekitarnya.



Baca juga: Sistem Kekerabatan Matrilineal Di Minangkabau  dan Uniknya Adat dan Budaya Pernikahan Di Minangkabau

Daerah darek memiliki daerah rantu tersendiri. Luhak tanah datar memiliki daerah rantau ke Jambi dan sekitarnya. Luhak agam memiliki daerah rantau ke Pasaman, Pariaman dan sekitarnya. Dan luhak limopoluah memiliki daerah rantau ke Riau dan sikitarnya. Umumnya daerah rantau ini merupakan daerah yang berhasil ditaklukan oleh kerajaan Pagaruyuang.


Sekarang ini orang Minang masih menggunakan istilah darek untuk menyebutkan asal mereka. Istilah ini masih dipakai tertama oleh mereka yang berasal dari Luhak nan Tigo.


Tuesday, 18 April 2017

Baju Kurung "Pakaian Tradisonal Minangkabau"






Baju kurung merupakan salah saju pakaian yang banyak digunakan oleh berbagai suku. Baju ini tidak hanya menjadi simbol bagi perumpuan di sebagian daerah di Indonesia tetapi juga di beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam dan Thailand bagian Selatan. Di Indonesia, salah sau daeran yang menjadikan baju kurung sebagai pakai pakaian daerahnya adalah Sumatera Barat.

Di Minangkabau atau Sumatera Barat Pakaian tradisonal ini lebih dikenal dengan "Baju Kurung Basiba". Kata "basiba" berasal dari tiga tanda jahitan yang beawal dari ujung ketiak wanita yang dikasih pita (bis) sesuai warna baju dan ditambah lagi dengan lipatan yang indah sebagai penghiyas baju di bagian roknya. Baju kurung basiba ini biasanya terlihat longgar, tidak bersaku dan panjangnya di bawah lutut. Perempuan yang memakai baju kurung ini biasanya dipakai oleh Bundo Kaduang. 

Panganten Minangkabau (anak daro) juga menggunkan pakaian baju kurung. Hanya saja bahan yang digunakan berbeda dengan bahan baju kurung yang digunakan sehari-hari. Warna yang digunakan juga lebih mencolok dan terang. Baju kurung ini dihiyasi dengan ragam hiasan bahkan ada yang mengunakan benang emas.

Baju kurung yang dipakai orang Minang biasanya dengan lenggan panjang sampai pergelangan tangan, menggunakan selendang untuk menutup kepala dan memakai kain sarung (kain jao atau kain songket). Sekarang ini baju kurung tidak hanya di pakai pada acara-acara adat. Baju kurung juga dipakai untuk ke kantor bahkan sekolah-sekolah di Sumatera Barat mewajibkan memakai pakaian ini pada hari Jumat.


Baju kurung memiliki banyak makna. Makna utama dari baju kurung adalah memiliki sifat sosial dan demokrasi dari pemakainya. sifat sosial dan demokrasi yang dimaksud adalah sifat sosial dan demokrasi yang sesuai dengan dalam aturan adat dan sesuai dengan semboyan "adat basandi syarak, syarak basandi kotabullah).


sumber: http://jhonisimanual.blospot.com/2015/05/pakaian-tradisional-minangkabau-umum.html



Friday, 14 April 2017

Aliran Pencak Silat Minangkabau


Pencak silat merupakan salah satu ilmu bela diri yang berasal dari Minangkabau. Gerakan pencak silat yang lambat tapi pasti menjadi ciri khasnya. Sekarang ini seni ilmu bela diri ini tidak hanya terkenal di darahnya tetapi sudah sampai ke mancanegara. Bahkan Pencak Silat termasuk cabang ilmu bela diri yang diperlombakan tingkat internasional. 

Baca juga Pencak Silat Seni Beladiri Mendunia Asli Minangkabau

Di Minangkabau sendiri pencak silat memiliki banyak aliran. Perbedaan aliran ini terletak pada gerak dalam seni ilmu bela diri pencak silat. Aliran-aliran ini, yaitu:
  • Silek Tuo ( Silat Tua)
Ada dua pandangan mengapa silek ini dinamakan dengan silek tuo. Padangan pertama adalah silat ini merupakan silek tertua atau yang pertama kali di Minangkabau. Padangan yang kedua adalah silek tua berasal dari seorang yang bernama Tuanku Nan Tuo. Silek ini lahir di salah satu daerah tertua di Sumatera Barat, yaitu Desa Pariangan yang terletak di kabupaten Agam. Gerakan silek tuo terinspirasi dari gerakan binatang harimau. Prinsip yang digunakan adalah "Tangkis jurus satu, Serang jurus dua", maksudnya tidak boleh memuli perkelahian dan jika diserang musuh baru menyerang.

  • Silek Kumango
Dinamakan silek kumango karena aliran silek ini dikembangkan di nagari Kumango, Batusangkar kabupaten Tanah Datar. Silet ini dikembangkan oleh seorang yang bernama Syeikh Kumango. Jenis bela diri ini merupakan perpaduan antara tarekat dan penyempurnaan dari silek yang sebelumnya. Jurus yang paling memati di si lek kumango adalah "kuciang kamanga". Aliran silek ini sangat terkenal. Selain itu jenis aliran ini juga disesuaikan dengan pada ajaran-ajaran islam.
  • Silek Harimau
Aliran silek harumau yang terkenal sekarang adalah Silek Harimau Singgalang. Aliran silek ini didirikan oleh Pak Syofyan yang berasal dari Pesisir Selatan tapi besar dan tinggal di Kerinci. Gerakan silek ini lebih menekankan pada permainan bawah. Garakan-geraknnya terinspirasi dari gerakan harimau yang cepat dan mematikan. Ciri khas dari gerakan silek harimau terlihat dari tangannya yang terlihat seperti cakar harimau. 
  • Silek Sitaralak
Gerakan silek sitaralak di kembangkan oleh Ulud Bagindo Chatib yang berasal dari Kamang Kabupaten Agam. Tetapi aliran silek ini berkembang di Payahkumbuh. Aliran silek sitaralak termasuk ke dalam aliran silek keras dan kuat di Minangkabau. Kabar yang terdengar aliran silek ini dibuat untuk menghadapi gerakan aliran silek tuo. Oleh sebab itu gerakan silek ini terinspirasi dari gerakan silek tuo.
  • Silek Pauh
Aliran silek ini berasal daru Pauah (apuh) Kota Padang. Gerakan silat meruapkan kombinasi dari seluruh gerakan silat ayang ada di Minangkabau. Aliran silek Pauh merupakan aliran silek yang termuda di Minangkabau.
  • Silek Luncua (Luancur)
Silek luncua berasal dari daerah Alam Surambi Sungai Pagu, kabupaten Solok yang dikembangkan oleh Pakiah Rabun. 


Wednesday, 12 April 2017


Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak gunung api yang aktif. Selain gunung Berapi dan gunung Singgalang ada gunung api teng terletek di kabupaten Solok. Gunung Talang, merupakan gunung  api yang memiliki ketinggian 2.597m. 

Untuk mencapai kepuncak gunung, pendaki bisa melewati kebun teh. Sensai pemandangan akan memanjakan mata. Perjalan tidak akan terasa berat dengan hamparan hijaun kebun teh akan mengobati semuanya. Sesampai di puncak kita akan disuguhkan dengan pemandangan 3 danau yang menabjukan.

Danau ateh atau danau atas, merupakan danau yang terletak dipinggir jalan raya Padang-Muaro Labuh dan danau bawah yang terletak di nagari Bukik Sileh, kecamatan Lembang Jaya. Kedua danau ini merupakan salah satu onjek wisata yang ada di kabupaten Solok. Danau yang ketiga adalah danau Talang. Danau ini merupakan danau yang terbentuk dari kawah gunung Talang. Danau ini terletak di kampung Batu Dalam, kecamatan Danau Kembar. Luas danau talang hanya 5km persegi.

Ketiga danau ini memiliki air yang bersih dan jernih. Jika tidak terbiasa dengan suhu dingin jangan coba-coba mandi di danau ini karena airnya sangat dingin. Jika ingin mengabadikan kunjungan anda di puncak gunung talang tidak ada salahnya untuk berfoto-foto dengan latar ketiga danau ini. Sekedar informasi, danau yang paling dekat merupakan danau talang. Sedangkan disebelah kiri danau talang dalah danau bawah dan sebelah kanan adalah danau ateh.


Tuesday, 4 April 2017

Misteri Makan Siti Nurbaya














Siti Nurbaya merupakan salah satu karya sastra yang fenomenal di Indonesia. Cerita yang dikarang oleh Marah Rusli ini menceritakan tentang kisah cinta dua insan yang harus terpisah karena dipaksa nikah oleh keluarganya. Cerita ini sangat tragis, keduanya harus mati. Dilatar belakangi oleh zaman penjajahan cerita ini cukup menguras air mata.

Ada yang unik dari kisah Siti Nurbaya, di Gunung Padang, di kawasan Muaro Padang ada sebuah makan yang diklaim sebagai makan Siti Nurbaya. Makan ini sudah ada sejak tahun 1918. Namun tidak ada kepastian siapa pemilik makan ini. Menurut kabar yang beredar di masyarakt setempat, pada saat makan ini ditemukan ada dua buah batu nisan. Disalah satu nisa tertulis nama seorang syekh yang berasal dari Banten. Tetapi hingga saat ini masyarakat mesih meyakini bahwa makan tersebut adalah makan Siti Nurbaya.


Baca juga: Cerita Dari Gunung Padang Sumatera Barat














Baca juga: Kisah Siti Nurbaya Kisah Cinta Tragis dari Ranah Minang

Makan tersebut terletak di kawasan objek wisata Gunung Padang, Muaro Padang. Letaknya di atas bukit. Jika ingin kesana butuh waktu kurang lebih 15 menit mendaki bukit. Tapi tenang saja, jalan menuju kesana cukup baik. Kita harus berjalan menyelusuri anak tangga yang terletak di lereng bukit. Meleahkan bukan, tapi keindahan alamnya akan membayar letih dan penat. Selain itu. Tidak jauh dari makan, di puncak Gunung Padang merupakan salah satu objek wisata yang ada di kota Padang. Hati-hati jika membawa makanan, karena disekitar Gunung Padang banyak terdapat monyet-monyet lucu. Mereka suka meminta makanan dari pengunjung.

Makan ini dianggap kereman oleh masyarakat. Banyak masyarakat yang melakukan ritual di sekitar makam bahkan ada yang bersemedi. Cerita-cerita misteri pun juga sering disampaikan oleh masyarakat. Namun kegiatan tersebut sekarang sudah di larang oleh pemerintahan kota Padang. Renovasi dan perbaikan telah dilakukan agar pengunjung merasa aman dan nyaman jika berkunjung ke kawasan ini.