Showing posts with label Jembatan. Show all posts
Showing posts with label Jembatan. Show all posts

Monday, 2 January 2017

Jalan dengan Pemandangan Mempesona tapi Berbahanya di Sumatera Barat

Jalan merupakan sarana dan prasarana untuk menghubung tempat satu ke tempat yang lain. Di daerah yang memiliki perbukitan akan, akan ada jalan yang berliku-liku dan menanjak. Keadaan ini juga berlaku untuk Sumatera Barat. Alamnya yang berbukitan, menjadikan jalan-jalan utama penghubung daerah berada diperbukitan dan lembah yang kiri - kanan jalan ada sungai atau lebah bahkan jurang yang dalam. Berikut ini jalan-jalan utama di Sumatera Barat yang memiliki keindahan alam yang mempesona tetapi cukup berbahaya.
 
1. Kelok 9
Jalan ini merupakan jalur utama penghubung Sumatera Barat dengan Riau. Letaknya di perbatasan Sumatera Barat dengan Riau tepatnya di kabupaten 50 Kota. Kelok 9 sekarang jauh berbeda dengan kelok 9 dulu. Sekarang sudah ada jembatan layang yang mempersingkat jarak tempuh dan juga mengurangi kecelakaan. Jebattan ini diresmikan tahun 2013 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan panjang 2,5 km. Letaknya yang berada di dua cagar alam yaitu Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau, menjadikan pemandangan kelok 9 sangat menamjupkan. Apalagi sekarang sedang dibangunnya area wisata di tengah-tengah jembatan, tak jarang pengendara yang lewat sering berhenti disini.

2. Kelok 44

Dinamakan kelok 44 karena jumlah kelok yang ada berjumlah 44 buah. Jalan ini merupakan jalan utama penghubung Manijau dengan Bukittinggi. Keindahan danau Maninjau dapat dinikmati dari kelok 44. Jalan yang terletak di lereng bukit ini merupakan salah satu rute favori balap sepeda Tur De Singkarak. Di atas bukit ini banyak tempat wisata yang dapat ditemui diantaranya Puncak Lawang.


 3. Sitinjau Lauik

Nama lain dari Sitinjau Lauik adalah Panorama. Dari sini kita dapat melihat kota Padang. Keindahan panorama akan semakin terpesona jika malam hari. Lampo-lampu kota akan terlihat seperti bintang-bintang. Jalan utama penghubung kota Padang dan solok ini dan juga daerah lainnya ini bisa dikatakan jalan yang palik ektrim. Kenapa? Salah satu tikungannya berbentuk setengah lingkaran dengan tanjakan hampir 90 derjat, menjadikan jalan ini dijaga 24 jam non-stop. Selain itu, kendaran yang lewat tidak hanya kendaraan pribadi, bahkan dilewati oleh bus-bus antar provinsi dan truk-truk bahkan container.






4. Lembah Anai

Tak ada yang tak kenal dengan air terjun Lembah Anai. Kawasan ini juga merupakan kawasan wisata di Sumatera Barat. Letaknya air terjun yang dpinggir jalan membuat mata tak bosan untuk melihatnya. Tapi, berhati-hatilah melewati jalan ini ketika musim hujan. Air terjun Lembah Air sering meluap jika musim penghujan. Bahkan di tahun 2013 luapan air terjun lembah air membuat jalan yang menghubungkan kota Padang dengan Bukit ini putus total.





⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛⇛

Info Lainnya

  1. Pencak Silat Seni Beladiri Mendunia Asli Sumatera Barat
  2. Danau Biru Danau Bekas Galian Tambang Di Sawahlunto
  3. Randai Part-1 Perpaduan Antara Permainan, Seni dan Budaya
  4. Lembah Anai Dengan Rel Gigi Langkanya 
  5.  5 Jalan Dengan Pemandangan Memesona TapiBerbaya Di Sumatera Barat
  6. Objek Wisata Yang Wajib Dikunjung Di Pesisir Selatan
  7. Wisata Alam Legenda Batu Malin Kundang
  8. Hotel Murah Yang Ada Di Danau Maninjau
  9. Tempat Wisata Yang Wajib Di Kunjungi Di Payahkumbuh


Wednesday, 9 November 2016

Keunikan Pesisir Selatan "Jembatan Aka"

Ada yang unik dengan objek wisata yang satu ini. Jembatan Aka yang terletak di Sungai Bayang, Painan, Pesisir Selatan. Jembattan ini terbuat dari akar pohon beringin. Usianya sudah 100 tahun. Menurut masyarakat setempat, jembatan ini dibangun pada tahun 1916 oleh Pakiah Sokan. Seorang tokoh ulama yang pintar pada masa itu. 

Awalnya jembatan ini terbuat dari bambu untuk menghubungkan dua desa yang dipisahkan oleh aliran sungai yaitu desa Pulut-pulut dan desa Lubuk Silau. Seiring berjalannya waktu, jembatan bambu yang dibangun tadi lama-kelamaan di lilit oleh akar pohon yang ada di kedua ujung jembatan ini. Setelah sekian lama, jadilah jembatan aka seperti sekarang  ini.


 Uniknya lagi, jika diperhatikan kedua pohon yang ada dikedua ujung jembatan ini adalah pohon yang berbeda. satu pohon beringin dan yang satu lagi pohon asam kumbang. Kedua akar pohon inilah membuat jembatan aka terus ada sampai sekarang. Lilitan kedua akar ini membuat jembatan ini tetap kokoh dan masih bisa dilewati sampai saat ini.



Untuk menjaga objek satu ini berbagai upaya dilakukan oleh pemerintahan Pesisir Selatan, salah satunya adalah memodifikasi dengan tali besi. Hal ini mengingat umur jembatan aka yang suda tua. Fasilitas lain juga ditambah seperti kamar mandi dan untuk memudahkan pengunjung melewati jembata, maka diberilah papan pada bagian dasar.

Objek wisata ini tidak terlalu jauh dari kota Padang. Butuh waktu satu sampai satu setengah jam jika ditempuh dengan kendaraan pribadi. Akses jalan juga cukup baik. Selain itu objek wisata ini, pengunjung juga bisa menikmati objek wisata lain yaitu Iar Terjun Tarasah.